cara menghitung lokasi meteor

Meteor merupakan penampakan jalur jatuhnya meteoroid di atmosfer bumi, umum dinamakan bintang jatuh[1]Wikipedia, Meteor, https://id.wikipedia.org/wiki/Meteor, 13 September 2021, 8:35 WIB atau bintang beralih. Ketika sebuah meteoroid berkecepatan tinggi masuk ke atmosfer, tepatnya pada lapisan mesosfer (50 – 85km) meteoroid akan mendapat tekanan besar dari sisi depan. Tekanan ini memicu kenaikan temperatur udara yang memanaskan meteoroid sehingga akhirnya terbakar dan tampak berpijar. Tekanan ini lebih dikenal dengan istilah tekanan ram, sebuah tekanan yang terjadi karena benda bergerak dengan kecepatan supersonik di dalam sebuah medium fluida baik gas ataupun cair. Tekanan ini menimbulkan gaya hambat yang cukup tinggi pada benda itu.[2]Tekanan Ram, http://kk.sttbandung.ac.id/id3/2-3042-2940/Tekanan-Ram_100375_kk-sttbandung.html,13 September 2021, 8:54 WIB

Meteor yang cukup terang melebihi kecermerlangan Planet Venus disebut bolide. Suatu meteoroid yang tidak habis terbakar di atmosfer lalu jatuh ke bumi dinamakan meteorit. Meteor yang menabrak bumi dapat membentuk kawah tabrakan bahkan memusnahkan kehidupan di atasnya sebagaimana terjadi 65 juta tahun lalu di masa Dinosaurus. Menurut perhitungan setiap tahun ada sekitar 15.000 ton benda angkasa yang memasuki atmosfer bumi, tetapi sebagian besar terkabar di angkasa.[3]A. Gunawan Admiranto, Eksplorasi Tata Surya (Bandung: Mizan Pustaka, 2016), hlm. 259

Awal September lalu, tepatnya 1 September 2021, beberapa teman dari komunitas astronomi amatir melaporkan sebuah meteor yang melintas cukup terang. Kamera Surabaya Allskycam menangkap citra meteor tersebut melintas pada pukul 18.47 WIB dekat rasi bintang Libra hingga Centaurus. Turun dari ketinggian sekitar 53° hingga menghilang pada ketinggian 21°.  Meteor tampak bergerak dari azimuth 262° sampai 228°.

Simulasi di Stellarium menggambarkan lintasannya sebagai berikut:

Dengan menggunakan Calculator Zenith Meteor yang menerapkan prinsip perhitungan trigonometri bola diperoleh data bahwa meteor awal September diperkirakan melesat tepat di atas wilayah sejauh 37,8 – 63,4 km dari Surabaya Allskycam(12 mdpl)(A).

Antara koordinat 7,274 LS 112,454 BT hingga 7,299 LS 112,262 BT atau antara wilayah Balongpanggang (B) hingga Ngimbang (C). Silakan perhatikan map berikut ini.

Meteor Melintas Tepat Di Atas Wilayah Ini

Titik A merupakan lokasi Allskycam yang terletak di koordinat 7,233 LS dan 112,778 BT pada ketinggian 12 mdpl. Titik B dan C merupakan perkiraan wilayah yang dilintasi meteor tepat di zenithnya. Meteor tersebut diperkirakan dapat dilihat hingga radius antara 796 km hingga 1035 km.

Adapun cara mudah mengetahui perkiraan wilayah yang dilintasi meteor tepat di zenithnya cukup menggunakan Calculator Zenith Meteor yang disediakan di website ini.

  1. Silakan akses website www.saifularifin.com/allsky
  2. Pilih simbol calculator di sidebar kiri
  3. Masukkan perkiraan ketinggian meteor, semisal 53 derajat di kolom Ketinggian Meteor (derajat)
  4. Masukkan perkiraan ketinggian tempat dimana Anda melakukan observasi, semisal 12 m di kolom Ketinggian Tempat Observasi (mdpl). Bila Anda tidak mengetahuinya, isikan nilai 0 saja.
  5. Tekan tombol hitung.
  6. Akan muncul perkiraan jarak dimana meteor tersebut berada tepat di zenith wilayah tersebut.

Selanjutnya untuk memperoleh koordinat wilayah tersebut diperlukan data azimuth meteor. Olah data azimuth dan jarak yang diperoleh tadi menggunakan trigonometri segitiga pada permukaan bola. Koordinat wilayah tersebut akan diperoleh menggunakan cara ini.

Nah, demikianlah ulasan singkat berisi laporan penampakan meteor yang cukup terang di awal september yang lalu. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

References

References
1 Wikipedia, Meteor, https://id.wikipedia.org/wiki/Meteor, 13 September 2021, 8:35 WIB
2 Tekanan Ram, http://kk.sttbandung.ac.id/id3/2-3042-2940/Tekanan-Ram_100375_kk-sttbandung.html,13 September 2021, 8:54 WIB
3 A. Gunawan Admiranto, Eksplorasi Tata Surya (Bandung: Mizan Pustaka, 2016), hlm. 259

Saiful Arifin

Penulis lahir di Mojokerto, tinggal di Surabaya. Hobi calistung, baca tulis hitung. Suka mencoba hal-hal baru. Pengurus Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur (2015 - sekarang), Ketua Surabaya Astronomy Club (2017-2020), Anggota Komisi Infokom MUI Jawa Timur (2021-sekarang). Quotes paling berkesan: "Apakah kita mengetahui sesuatu, tanpa mengetahui segala sesuatu?".

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.

Home
Allsky
Search
Contact