Indikator hijau menyala, grafik hujan berwarna ungu naik. Pertanda sensor hujan terbasahi. Suhu tampak turun, kelembaban udara dan tekanan naik. Grafik sensor cahaya anjlok seketika sebagai akibat terhalangnya cahaya. Fluktuasi grafiknya sejak pagi mengindikasikan arak-arakan awan yang menghalangi matahari.
 
Berdasar citra awan yang dikirim Satelit NOAA 18 pukul 08:59 WIB dan diterima reciever cuaca amatir di Mojokerto, awan hujan terbentuk disisi utara stasiun cuaca.
Baru sekitar pukul 13.15 WIB awan-awan tak kuasa menahan diri lagi. Bak telah membaca novel irisan bawang, gelegar tangisnya pecah, air matanya luluh membasahi bumi. Halah! opo-opoan iki wahahaha

Saiful Arifin

Penulis lahir di Mojokerto, tinggal di Surabaya. Hobi calistung, baca tulis hitung. Suka mencoba hal-hal baru. Pengurus Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur (2015 - sekarang), Ketua Surabaya Astronomy Club (2017-2020), Anggota Komisi Infokom MUI Jawa Timur (2021-sekarang). Quotes paling berkesan: "Apakah kita mengetahui sesuatu, tanpa mengetahui segala sesuatu?".

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.

Home
Allsky
Search
Contact