Tips Mendapat Pahala dari Kamar Mandi

Saiful Arifin (Surabaya, 2011)

saiful arifin | Artikel Sains, Artikel Agama, Artikel Seni
Dalam sebuah kesempatan, Cak Nun berpesan kepada komunitas Bangbang Wetan di Surabaya bahwa buang air pun termasuk urusan agama. Hal ini sangat menggugah penulis untuk berbagi catatan tentang adab buang air yang di syariatkan oleh agama Islam. Apabila tata cara ini dilaksanakan insya Allah berpahala.

Catatan ini hanyalah sekumpulan ingatan saya selama mengkaji ilmu bersama para guru, semoga Allah senantiasa melimpahkan ampunan dan rahmat kepada beliau-beliau.

Mengetahui cara buang air yang benar adalah hal yang sangat penting untuk kesehatan manusia dan juga hal sangat utama sebagai syarat keabsahan ibadah sholat dan ibadah-ibadah lainnya. Dalam bab tertentu dalam kitab-kitab para ulama’ disebut sebagai bagian dari bab Thaharah, bersuci.

Inilah adab dan tata cara buang air yang baik dan benar menurut ajaran Agama Islam, jika ada kurang lebihnya silakan teman-teman koreksi.

1. Berdoa sebelum dan sesudahnya, inti dari doa masuk adalah memohon kepada Allah agar dihindarkan dari gangguan makhluk Allah didalam tempat buang air. Dan doa keluar adalah sebagai rasa syukur telah dimudahkan dalam urusan buang air.

2. Memakai penutup kepala, bisa topi atau kopyah khusus ke kamar mandi bisa memakai handuk.

3. Masuk ke tempat buang air dengan kaki kiri dan saat keluar menggunakan kaki kanan.

4. Buang air dengan duduk, tidak dengan berdiri.

5. Berdeham saat buang air. Terungkap rahasia oleh para ahli kesehatan adalah untuk menambah daya dorong keluarnya kotoran sehingga fungsi pembuangan berjalan dengan sempurna.

6. Tidak menghadap kiblat jika buang air ditempat terbuka.

7. Tidak membawa mushaf, Al Qur’an meskipun selembar.

8. Tidak memakai cincin atau aksesoris baik di pakaian, cincin dll yang bertuliskan ayat suci Al Qur’an, 99 Asma Allah maupun nama Nabi.

9. Menyegerakan buang air tanpa ditunda-tunda (tidak ngempet).

10. Tidak berlama-lama di kamar mandi.

11. Menggunakan air yang suci dan mensucikan, bukan air yang telah digunakan (musta’mal) atau air yang terkena najis, kecuali air memenuhi syarat 2 qolah (60x60x60 cm).

12. Menggunakan air secukupnya.

13. Jika menggunakan toilet umum setelah selesai buang air dibersihkan sampai bersih dan tidak bau.

14. Jika laki-laki disunahkan mengurut alat vital sampai semua air seni keluar menggunakan tangan kiri.

15. Jika tidak ada air diperkenankan menggunakan batu dalam jumlah ganjil (istinjak) misal karena di hutan atau di tempat-tempat yang tidak ditemukan air.

16. Cebok menggunakan tangan kiri untuk membersihkan kotoran ataupun najisnya, tidak diperkenankan dengan tangan kanan.

17. Tidak dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an maupun wirid-wirid lisan.

18. Selalu mengingat Allah dan bersyukur.

19. Tidak buang air di bawah pohon.

20. Tidak buang air di dalam air yang tidak mengalir.

21. Tidak buang air ke lubang-lubang di tanah, seperti rumah semut dll.

22. Tidak menyiram toilet dengan air panas.

23. Berwudlu, sebagaiman kebiasaan para ulama yang menjaga wudlu yang selalu berwudlu setelah batal.

24. Tidak berbincang-bincang saat buang air, termasuk menerima atau menelepon.

25. Dilakukan ditempat tertutup, jauh dari keramaian orang.

Inilah 25 tata cara yang saya ingat dari para guru. Insya Allah jika dilakukan akan berpahala dan membawa manfaat yang besar di dunia dan akhirat kelak.

Jika teman-teman mendapati kekurangan mohon untuk dikoreksi. Mari selalu menjaga kesucian badan untuk menuju kesucian hati dan perbuatan. Terimakasih.


Saiful Arifin :: Story Of Everything | Artikel Sains, Artikel Agama, dan Artikel Seni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *