Puisi Archive

Show Posts in

Tersihir

Tersihir Oleh: Saif Alba Pagiku tersihir seruling bambumu, Tuan Sehingga dapat kulihat berhelai-helai angin menjadi selendang tari rerumputan Pagiku tersihir seruling bambumu, Tuan Sehingga cahaya mentari berkibar di tebing-tebing kokoh bak jubah suci para kelana Pagiku tersihir seruling bambumu, Tuan Sehingga gemericik sungai menggemakan bait-bait sajak membujuk

Merangkai Embun

Menetas dari selimut kabut Pecah oleh hangat fajar Sebulir sebulir Di tiap ujung rerumputan Tak kalah indah bunga merekah Wangi pagi terbang menari Berdansa ribuan butir mutiara Lahir bersama pagi Berkilau bening Memukau jernih Bertahta suci Kuasa diri ingin memetik Merangkai embun menjadi milik Ku kalungkan indah

Berlari

Apa yang kau harap Malammu yang lelap Menyulam mimpi dalam tiap tidur Berulang kali Sejatinya, Setengah hidupmu adalah mimpi Dan separuhnya lagi adalah berlari Mengejarnya…

Lap Top

Di selembar laptop tak lebih dari 11 inchi ini ada dunia seluas lapangan bola bahkan lebih dari tumpukan kalinya, tak teraba namun berasa. Benarlah bahwa akhirnya jalan-jalan panjang senyatanya hanya berjarak beberapa klik saja. Meski hanya jemari dan kerdipan matamu yang bergeser tak lebih dari 10 derajat

Syair peneduh hati, Orkestra Malam

  Orkestra Malam   Malam-Mu meninggi Menidurkan bayi rembulan Sesaat panggung gelap digelar Partitur ditata ditahta gemintang Dieja jengkerik menggesek angin Disahut katak menabuh air Punguk bernyanyi, langit menari Perdu berjajar di bangku ketiga Duduk rapi bertikar sabana Orkestra malam Tak terlukis tinta dan pena…   Surabaya,