Artikel Archive

Show Posts in

Tersihir

Tersihir Oleh: Saif Alba Pagiku tersihir seruling bambumu, Tuan Sehingga dapat kulihat berhelai-helai angin menjadi selendang tari rerumputan Pagiku tersihir seruling bambumu, Tuan Sehingga cahaya mentari berkibar di tebing-tebing kokoh bak jubah suci para kelana Pagiku tersihir seruling bambumu, Tuan Sehingga gemericik sungai menggemakan bait-bait sajak membujuk

Super Earth? harapan baru atau keputusasaan terhadap nasib bumi

Saiful Arifin (Surabaya, 2011) Sebelum membaca artikel yang saya kutip ini, sebaiknya Anda membaca artikel, berita dan hasilĀ  penemuan planet mirip bumi berjarak 20,5 tahun cahaya dari tata surya kita. Agar Anda bisa lebih bijak untuk memilih tetap tinggal disini atau berangan-angan ditolong dan di jemput ‘alien’

Hilangnya Para Pencipta dan Pasar Lagu Anak, Naiklah Odong-Odong

Menghela nafas dalam-dalam, baru saja dengan anak-anak di kelas menyanyikan lagu bendera merah putih karya Ibu Sud. Lagu yang mudah untuk dinyanyikan dan mudah untuk diiringi pemain keyboard pemula seperti saya. Namun, makna yang dalam dari lagu ini tiada duanya. Semangat patriotisme yang dibagikan memenuhi semangat anak-anak

Merangkai Embun

Menetas dari selimut kabut Pecah oleh hangat fajar Sebulir sebulir Di tiap ujung rerumputan Tak kalah indah bunga merekah Wangi pagi terbang menari Berdansa ribuan butir mutiara Lahir bersama pagi Berkilau bening Memukau jernih Bertahta suci Kuasa diri ingin memetik Merangkai embun menjadi milik Ku kalungkan indah

Berlari

Apa yang kau harap Malammu yang lelap Menyulam mimpi dalam tiap tidur Berulang kali Sejatinya, Setengah hidupmu adalah mimpi Dan separuhnya lagi adalah berlari Mengejarnya…