Puisi : Panas Tak Acuh-Mu

Puisi : Panas Tak Acuh-Mu

Surabaya, 23 Agustus 2011

Puisi : Panas Tak Acuh-Mu image

Panas tak acuh-Mu berasa terik

Membungkam kran-kran hidupku

Tak setetes air pun mengetuk bejana rindu

Kau uapkan segala rasa terkapar menggelepar di udara

Tak sedikit pun mampu mencuri lagi tatapan indah-Mu

Saat mentari tenggelam di akar-akar rumput terbakar

Tanah setia-Mu bertelau retak

Angin berdahak menghembus parau

Pontang-panting tersesat di jiwa tandus

Nyanyian lembah terdengar serak

Berdentang tembang menyayat kalbu

Tuhan,

Kapan Kau hapus kemarau hati

Segera datangkan embun

Sejuk menitik dalam lelehan tangis

Hingga tunduk terpuruk perangai buruk

Di tempa di kawah Ampunan-Mu

 

Puisi : Panas Tak Acuhmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *