Jayabaya Tepat Memprediksi Lahirnya Bisnis Online

Saiful Arifin (Surabaya, 2011)

saiful arifin | Artikel Sains, Artikel Agama, Artikel SeniHari ini Nenet kaget sekali, ada kiriman keripik gadung datang sekarung dari Tulungagung. Pemuda yang sehari-harinya suka menyapu masjid ini heran kenapa tiba-tiba ada camilan kesukaannya datang secara tiba-tiba padahal dia merasa tidak memesannya. Ujung-unjungnya dia tahu, pasti ini kerjaannya Alba. Langsung dia hampiri saja teman sejak kecilnya itu yang sedang serius banget di depan laptop di rumahnya. Sebelum Nenet sempat bercerita, Alba sudah mendahuluinya bahwa keripik gadung itu hadiah dari Alba untuk Nenet karena kemarin telah menemukan sandal Alba yang hilang di masjid. Lagi-lagi sebelum Nenet sempat bertanya pesannya darimana, Alba sudah bercerita bahwa pesannya dari Internet hehehe :-)

Yuk kita tinggal dulu Nenet dan Alba. Beberapa waktu lalu salah seorang murid saya yang berumur 7 tahun belum jangkep, Ananta kelas 1 SD, saya tanya perihal kerudung ungu barunya. Ternyata di luar dugaan, bukan di pasar Turi atau Pasar Wonokromo dia membelinya tetapi dia bilang beli dari Facebook. Piyuh! Anak kecil sudah mengerti jual beli online via FB.

Yang luar biasa dan membuat saya terkagum-kagum adalah setelah membuka catatan Jayabaya (saya lebih suka menyebutnya catatan karena jika dinamai ramalan Jayabaya nanti saya dikira penganut Mama Lorenz atau ki Joko Bodo hehe). Catatan yang berasal dari zaman Kediri ini, siapapun penulisnya (karena ada yang mengatakan di tulis Raja Jayabaya sendiri, ada yang mengatakan di tulis Rangga Warsita, ada yang mengatakan ditulis Syeikh Qomaruddin, ada yang mengatakan disadur dari kitab Musasar Sunan Giri. Kalau boleh saya gabungkan mungkin saja ditulis orang yang satu yaitu Raja Jayabaya yang sebenarnya adalah Rangga Warsita dengan nama asli Syeikh Qomaruddin murid dari Sunan Giri halah! kok malah ngramal eh nebak!), sangat luar biasa.

Dalam salah satu baitnya disebutkan bahwa akan datang masa pasar ilang kumandang (pasar hilang riuh-ramainya). Beberapa guru dan ulama yang saya temui mengartikannya sebagai tumbuh suburnya mall-mall dan supermarket. Ada benarnya juga sih karena disana tidak lebih ramai daripada pasar tradisional seperti di pasar Turi atau pasar Wonokromo. Akan tetapi jika dilihat kalimatnya dengan baik kata yang dipakai catatan Jayabaya ini adalah kata ilang atau hilang. Anda tahu kan arti kata ini?

Hilang berarti lenyap atau sudah tidak bisa ditemukan. Jadi, pasar ilang kumandang menurut saya artinya keramaian pasar sudah tidak bisa ditemukan. Benar-benar sudah tidak ada kebisingan. Lalu dimana ini terjadi?

Di pasar online, internet. Anda bisa membeli aneka macam kebutuhan dari internet. Tanpa ada keramaian, berdesak-desakan. Jarak antar toko hanya beberapa klik di tangan kita. Wow! Luar biasa, catatan abad 13 ini sepertinya lebih presisi daripada catatan bangsa manapun, termasuk bangsa Maya hehe

Jika Anda penasaran dengan isi catatan Jayabaya silakan kunjungi link berikut ini, Anda akan berdecak kagum dan deg-degan membacanya karena catatan ini ‘meramalkan’ dengan pas seluruh keadaan zaman kita sekarang. Wow!

Lha terus apa hubungannya artikel ini dengan gambar sapi di atas? Barangkali aja Nenet mau jualan Sapi Online Gubrak! hehehe

>>Memboyong Planetarium Surabaya ke Komputer? Download Stellarium


Saiful Arifin :: Story Of Everything | Artikel Sains, Artikel Agama, dan Artikel Seni

Comments (1)
  1. Ceria 13/02/2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *